Kerana Manisnya Ukhuwwah…

Disember 6, 2008

care_for_a_handshake__by_prateekrajbhandari

Sesungguhnya tiada manusia yang mampu hidup berseorangan. Kita dijadikan berbangsa-bangsa dan berpuak-puak supaya kita saling kenal-mengenal dan saling sayang menyayangi di antara satu sama lain.

Firman Allah SWT:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu Dengan Yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang Yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan Yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuannya (akan keadaan dan amalan kamu).” (al-Hujurat: 13)

Lihatlah pada diri kita. Apakah kita mampu menggapai apa yang kita miliki pada hari ini tanpa sokongan dan dorongan daripada rakan-rakan. Apakah kita dapat membina diri, peribadi dan perspektif yang kita miliki hari ini secara bersendirian tanpa perlu ditunjuk-ajar, dinasihat dan ditegur oleh sesiapa yang berada di sekeliling kita. Sedangkan Rasulullah SAW memerlukan sahabat seperti Abu Bakar ra. Sabda baginda:

“Andai saja aku dibolehkan mengambil kekasih (selain Allah), pasti aku akan memilih Abu Bakr, namun dia adalah saudaraku dan sahabatku.” (Rujukan: Bidayah wan Nihayah oleh Ibn Katsir)

friend____by_salihguler

Persahabatan adalah satu keperluan kepada manusia dan sesungguhnya tiada persahabatan yang lebih mulia daripada persahabatan yang dianjurkan oleh Islam. Samada kita sedar atau tidak, persahabatan yang terjalin di antara kita pada hari ini adalah nikmat yang sangat besar daripada Allah SWT. Kita dipertemukan dalam satu perhimpunan yang tidak pernah kita terfikir akan berlaku pada 5 tahun yang lalu. Kita tidak pernah kenal-mengenali pada 5 tahun yang lalu. Tetapi pada hari ini, alhamdulillah kita dipertemukan dalam suasana penuh kasih-sayang di antara sesama muslim. Syukurlah kepada Allah SWT kita dipertemukan di sini bukan untuk bersengketa atau berperang tetapi untuk sama-sama membina kefahaman kita, sama-sama bantu-membantu di dalam mempertingkatkan keupayaan kita dan sama-sama berusaha untuk lengkap-melengkapi antara satu sama lain dengan ilmu dan iman.

Samada kita sedar atau tidak, ikatan kasih sayang yang kita miliki pada hari ini sukar untuk dipadamkan oleh sesiapa pun sekiranya kita benar-benar memahami rahsia dan hikmat yang terkandung di sebaliknya. Ukhuwah islam bukanlah berdasarkan warna kulit, keturunan, pangkat, kekayaan, kelab sukan yang diminati, sekolah yang pernah kita datangi, daerah yang pernah kita diami atau makanan yang kita gemari tetapi atas dasar akidah yang sama. Sekiranya ada di antara kita yang meletakkan paksi dan dasar ikatan yang dimiliki pada hari ini untuk tujuan-tujuan selain islam, haruslah kita lekas-lekas mengubah paksi dan dasar kita pada hari ini dan saat ini kerana kita tidak mahu ikatan yang kita bina dan miliki pada hari ini berakhir dengan sekelip mata. Perhatikanlah firman Allah SWT:

“Dan (Dia lah) Yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). kalaulah Engkau belanjakan Segala (harta benda) Yang ada di bumi, nescaya Engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya ia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (al-Anfal: 63)

Sekiranya ikatan yang kita bina dan miliki pada hari ini disandarkan atas paksi dan dasar akidah islam, yakinlah bahawa tiada apa yang mampu memisahkan kita – tidak harta, pangkat, keturunan, kecenderungan, hobi, atau harta yang kita miliki di alam yang fana ini.

Amatlah kita takuti kiranya hilang rasa kasih sayang di antara kita semua. Kerana Rasulullah SAW bersabda:

“Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah”. Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Tirmidzi).

Ditegaskan lagi oleh Rasulullah SAW:

“Laa tunza’ur rahmatu illaa min syaqiyyin”. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari orang-orang yang celaka. (H.R. Ibn. Hibban).

Justeru perlulah kita semua pada hari ini menilai kembali ikatan yang kita bina dan miliki pada hari ini. Apakah kita benar-benar menyayangi para sahabat kita samada yang kita telah lama kenal atau baru sahaja berkenalan pada hari ini atas paksi dan dasar yang benar sebagaimana yang dianjurkan oleh Islam. Pandanglah wajah sahabat kita dan tanyakan pada diri kita samada kita menyayanginya kerana Allah SWT kerana Allah SWT telah berfirman di dalam sebuah hadith Qudsi:

“Cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mencintai kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturahim kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling menasihati kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi kerana Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling memberi kerana Aku.”(H.R. Ahmad)

Namun, sekadar merenung dan memandang tidak memadai. Kita membuktikannya dengan perkataan dan perbuatan. Dari Anas ra. bahwa ada seorang laki-laki berada di dekat Rasulullah saw., lalu ada seorang laki-laki lain lewat di depannya. Orang (yang berada di dekat Rasulullah) itu berkata, “Ya Rasul, sungguh saya mencintai orang itu.” Rasulullah bertanya, “Apakah kamu sudah memberitahunya?” la berkata, “Belum.” Rasulullah bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Kemudian ia mendekati orang itu dan berkata, “Sungguh aku mencintaimu karena Allah swt.” Laki-laki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah yang karena-Nya engkau mencintai aku mencintaimu.”

Sabda Rasulullah SAW:

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian saya tunjukkan suatu amal yang bila dikerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!”

Salam yang dimaksudkan di sini bukanlah sekedar mengucapkan salam seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang, tanpa penghayatan dan tanpa mengesankan. Terkadang kita mengucapkan, “Assalamu’alaikum,” lalu mendapat jawapan seperti, “Kum salam.” Tentu ini keliru. Seharusnya ia disambut dengan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,” kerana Allah SWT berfirman:

“Apabila kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa),” (An-Nisaa: 86)

Sesungguhnya sebagian orang mengucap salam sekadar memenuhi tradisi namun kita seharusnya mengucapkan salam sebagai ibadah. Yakni ketika kita mengucapkan salam itu, kita merasakannya sebagai sebuah doa, dan kita mengucapkannya juga dengan semangat berdoa. Bahkan ketika mengucapkan salam, kita akan menghadapkan wajah kita kepada orang yang dituju kerana Rasul SAW bersabda, “Dan hendaklah engkau mendatanginya dari arah wajahnya!” Demikian itu adalah karena wajah merupakan representasi seseorang. Kita akan dapat mengamati bagaimana pengaruh ucapan salam kita pada wajah sahabat kita. Kita akan dapat melihat apakah sahabat kita merasa senang atau tidak kepada kita ketika bertemu, melalui cahaya di wajahnya.

Sabda Rasulullah SAW lagi:

“Senyummu di depan wajah saudaramu adalah sedekah.”

Baginda mengajak kita untuk tersenyum di hadapan sahabat kita, karena senyum yang hangat memiliki pengaruh yang besar dalam menggerakkan hati dan menghidupkan nurani.

Ada banyak lagi yang boleh kita lakukan sebagai tanda kita benar-benar menyayangi sahabat kita sepertimana yang dianjurkan oleh Islam. Nah, di sini diberikan 3 contoh – melafazkan cinta, memberi salam dan menghulurkan senyum. Ianya praktikal dan mudah untuk diamalkan.

Marilah kita sama-sama menyemai semangat ukhuwah di antara kita semua sesuai dengan ruh dan semangat Islam. Percayalah ianya mampu menjadi salah satu benteng dan senjata kita daripada tipu-daya musuh dan syaitan. InsyaAllah sekiranya kita ikhlas, Allah SWT akan menyuburkan di dalam hati kita ukhuwah islam yang tidak berbelah-bagi. Ameen. Wallahua’lam.

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: